Saepur Rohman Warga Menes Raih Juara 3 MMQ Provinsi Banten 2022 Mewakili Kabupaten Pandeglang

IMG-20221202-WA0015

Oleh Sejo Qulhu

Minggu-minggu ini ada kabar membanggakan untuk warga Pandeglang, sebut saja Saepur Rohman, S.Hum namanya. Sarjana sejarah UIN SMH Banten tersebut menyabet penghargaan juara ketiga Musabaqoh Makalah Qur’an (MMQ) di ajang perhelatan MTQ Provinsi Banten ke-21. Tak ada satupun wartawan Pandeglang yang mengabarkan prestasinya, atas dasar itulah saya berkeinginan untuk mengabarkan bahwa ada warga asli Menes Pandeglang yang mengharumkan nama baik Kabupaten Pandeglang. (2/12/22)

Sebelumnya pemuda asal Menes itu tidak menyangka dirinya bisa menyabet penghargaan juara ketiga MMQ. Masalahnya ia hanya dibina selama empat hari oleh LPTQ Pandeglang dan menulis dengan cara “The Power Of Kepepet” tambah-tambah fasilitas laptop kentang harga satu juta yang dibelinya tidak suport untuk aplikasi WPS untuk membuka PPT .

“Sampe-sampe laptop pun saya minjem ke teman saya Mulki santri di Ma’had Al-Jamiah Pesantren UIN SMH Banten,” tutur Saepur Rohman sebagai kalimat pembuka.

Laptop sudah dipersiapkan, Saepur Rohman bergegas pergi ke lokasi acara. Oleh sebab pengalaman pahit itu Saepur Rohman berdoa kepada Allah SWT. “Kalau saja saya juara, saya ingin beli laptop baru!” gumamnya saat berangkat menuju tempat lomba di Hotel Marbela Carita Pandeglang.

Saepur Rohman menulis tentang apa di makalahnya?

Dirinya menulis tentang “Optimalisasi Zakat Produktif Berbasis Masjid untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat” dirinya menceritakan bahwa, “Saya memandang masjid sebagai salah satu aspek yang paling dekat dengan masyarakat. Sedangkan, zakat produktif masih dikelola oleh lembaga zakat dan potensi zakat kita sebanyak 326 Triliyun Rupiah tapi yang terserap hanya sedikit saja. Andaikan masjid ikut mengelola zakat produktif tersebut maka ekonomi umat akan berdaya.”

Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud zakat produktif adalah zakat yang diberikan kepada penerima (mustahik) sebagai modal untuk melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk usaha. Tujuan zakat ini adalah untuk membangun dan mengembangkan taraf ekonomi dan produktivitas mustahik, khususnya bagi mereka yang hidup dalam kemiskinan.

“Jadi si penerima zakat tidak dimanjakan hanya oleh uang dan makan saja. Dia bisa buka usaha juga dibina oleh pengurus DKM Masjid misalnya. Salah satu contoh Masjid di Jogokariyan Yogyakarta, di sana sudah diterapkan tentang zakat produktif. Masyarakat di sana bukan hanya menjadikan masjid sebagai sarana ibadah saja tetapi juga untuk membangun ekonomi umat. Andai saja zakat produktif ini bisa diterapkan di Masjid Amalussholihin Kadu Bangkong Menes, pasti ke depan masyarakat kampungnya akan lebih giat lagi beribadah karena urusan perut dan kecukupannya terpenuhi. Dengan cara seperti itu umat Islam tidak akan mengemis menjadi miskin!” jelasnya.

Ia mengakhiri dengan ungkapan, “Islam memandang bahwa kemiskinan adalah masalah yang harus kita pecahkan bersama! Jika kita miskin kita akan dekat dengan kekufuran, iman kita akan goyah, akan mencuri, mengemis meminta belas kasihan kepada orang lain! Nah, dengan adanya makalah saya ini semoga saja bisa diimplementasikan di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Pandeglang Banten”

“Alhamdulillah uang dari hasil perlombaan MTQ dan apresiasi dari Pemkab Pandeglang tersebut, saya gunakan untuk studi belajar Bahasa Inggris di Pare Kediri Jawa Timur,” pungkasnya.

36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent