Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Permintaan PB HMI Ke Kapolda Jawa Timur

DetikPerkara, – Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan lebih dari 100 jiwa terus menjadi sorotan publik, kejadian tersebut berdampak pada terjadinya rotasi dan mutasi jabatan di tubuh Polri salah satunya pergantian Kapolda Jawa Timur.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dalam hal ini Wesekjen Eksternal, Arfino Bijuangsa Koto meminta Kapolda Jawa Timur yang baru ditunjuk, Irjen Pol Teddy Minahasa segera mengambil langkah-langkah besar untuk memperbaiki citra insitusi Polri, dengan cara meminta maaf secara terbuka dan serentak.

“Jika ingin Polri kembali mendapatkan hati rakyat, maka Kapolda baru harus segera meminta maaf kepada rakyat,” Ungkap Arfino pada media, Selasa (11/10/2022).

Lebih lanjut Arfino menekankan, pentingnya keterlibatan langsung Kapolda yang baru ditunjuk.

“Kami minta Kapolda Teddy memimpin langsung permintaan maaf Polri kepada rakyat Jawa Timur dan seluruh rakyat Indonesia,” Tegas pemuda Sumatra Barat ini

Arfino menginginkan hal ini karena Kapolda yang lama belum melakukan langkah penyelesaian yang terbaik dalam penanganan massa suporter yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Yang lama masih meninggalkan luka mendalam, pimpinan yang baru harus segera turun tangan sebelum murka rakyat terjadi,” Katanya.

Sebagai tambahan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi dan atau rotasi terhadap lembaga yang dipimpinnya. Kapolda Jatim yang sebelum ini dijabat Irjen Nico Afinta digantikan dengan Irjen Pol. Teddy Minahasa yang merupakan Kapolda Sumatera Barat. Mutasi ini berdasarkan surat telegram nomor ST/2134/X/KEP/2022 tertanggal 10 Oktober 2022.

Tags:
36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent