Pandeglang — Sejumlah elemen masyarakat menyambut positif pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada Kelompok Bermain (KB) AT-TIIN di Desa Sukaresmi. Program bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat, Selasa (6/10/2026).
Dukungan warga dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan program revitalisasi berjalan dengan baik serta memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan tenaga pendidik. Pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan memang menempatkan peningkatan akses serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sebagai salah satu tujuan utama.
Salah seorang warga sekitar, Mad Kosim, menyampaikan harapannya agar program revitalisasi KB AT-TIIN dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sukaresmi.
“Kami sebagai warga sekitar tentu berharap program revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat. Semoga pekerjaan revitalisasi KB AT-TIIN dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, berkualitas, dan bisa mendukung kegiatan belajar anak-anak,” ujar Mad Kosim.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak usia dini. Karena itu, masyarakat berharap hasil revitalisasi nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari kebijakan nasional Kemendikdasmen untuk memperbaiki kualitas fasilitas pendidikan. Pada 2026, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini juga menekankan penyelesaian pekerjaan revitalisasi secara tepat waktu, amanah, transparan, dan akuntabel.
Dukungan masyarakat terhadap revitalisasi KB AT-TIIN di Desa Sukaresmi menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap penguatan pendidikan anak usia dini. Warga berharap pembangunan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik satuan pendidikan, tetapi juga semakin meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan pendidikan bagi generasi penerus.
Pandeglang — Sejumlah elemen masyarakat menyambut positif pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada Kelompok Bermain (KB) AT-TIIN di Desa Sukaresmi. Program bantuan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat, Selasa (6/10/2026).
Dukungan warga dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan program revitalisasi berjalan dengan baik serta memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan tenaga pendidik. Pemerintah melalui program revitalisasi satuan pendidikan memang menempatkan peningkatan akses serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sebagai salah satu tujuan utama.
Salah seorang warga sekitar, Mad Kosim, menyampaikan harapannya agar program revitalisasi KB AT-TIIN dapat dilaksanakan secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sukaresmi.
“Kami sebagai warga sekitar tentu berharap program revitalisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat. Semoga pekerjaan revitalisasi KB AT-TIIN dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, berkualitas, dan bisa mendukung kegiatan belajar anak-anak,” ujar Mad Kosim.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendidikan yang layak sangat penting bagi proses tumbuh kembang anak usia dini. Karena itu, masyarakat berharap hasil revitalisasi nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Program revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari kebijakan nasional Kemendikdasmen untuk memperbaiki kualitas fasilitas pendidikan. Pada 2026, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini juga menekankan penyelesaian pekerjaan revitalisasi secara tepat waktu, amanah, transparan, dan akuntabel.
Dukungan masyarakat terhadap revitalisasi KB AT-TIIN di Desa Sukaresmi menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap penguatan pendidikan anak usia dini. Warga berharap pembangunan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik satuan pendidikan, tetapi juga semakin meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan pendidikan bagi generasi penerus.