Komoditas Beras pada Program Sembako di Kecamatan Patia Tak Diterima KPM, Ini Klarifikasi e-Warong

IMG-20211105-WA0000-1-768x576

PANDEGLANG, detikperkara.com – Penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako/BPNT di Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten pada Rabu 3 November 2O21 dinilai tidak sesuai dengan Pedoman Umum.

Ketidaksesuaian tersebut diantaranya dari komoditas yang dikirim tidak tepat waktu seperti beras, sehari setelah penyaluran program komoditas beras tidak diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selaku keluarga yang
ditetapkan sebagai penerima manfaat program Sembako.

Dikatakan warga desa Rahayu yang namanya dirahasiakan, hingga Kamis 4 November 2021 untuk komoditas jenis Beras belum diterima padahal penyaluran program pada Rabu 2021.

“Cuma ada tiga (3) jenis bahan pokok pak, Jeruk, Kacang hijau, dan juga Telor, untuk beras sampai sekarang belum ada,” terang Keluarga Penerima Harapan kepada wartawan Kamis, (4/11/2021) pukul 22:30.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa yang tidak menerima komoditas Beras bukan hanya dirinya sendiri melainkan juga tetangganya tidak mendapatkan.

“Disini saja ada tiga orang yang belum mendapatkan beres, dan tidak tau pasti kenapa saya dan yang lainnya tidak mendapatkan,” ucapnya.

Sementara ketika dikonfirmasi e-Warong Nuryati Patia yang beralamat di desa Ciawi membenarkan jika ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum menerima komoditas Beras dikarenakan beras baru dikirim hari ini (Kamis, 04 November 2021).

“Benar, ada beberapa Keluarga Penerima Manfaat belum dapat komoditas Beras, tapi itu bukan kesalahan kami selaku e-Warong karena beras terlambat dikirim dari supplier,” ungkap Suami dari Pemilik e-Warong Nuryati kepada wartawan lewat telepon WhatsApp ketika diminta klarifikasinya.

Ia berjanji akan segera menyalurkan komoditas Beras secepatnya dan untuk lebih detail bisa menghubungi langsung suplier.

“Saya akan secepatnya salurkan beres yang belum diterima oleh penerima manfaat,” tuturnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Aktivis Peleton Pemuda menduga bahwa pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako/BPNT bulan November 2021 di Kecamatan hanya untuk dijadikan sebagai ajang bisnis.

“Penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako di kecamatan patia KPM tidak mendapatkan komoditas Beras sungguh sangat aneh, masa cuma tiga jenis bahan pokok saja, heran saya,” ucap Doris.

Ia menambahkan dana bantuan sosial Program Sembako sudah dibayar oleh Keluarga Penerima Manfaat melalui penggesekan kartu KKS jika penyalurannya dicicil ini tidak wajar.

“Disebabkan oleh keterlambatan pengiriman dari supplier,? aneh sekali alesan e-Warong, bukankah bahan pangan pokok yang biasa ditransaksikan oleh KPM harus stanby setiap saat,” tutur Doris kepada wartawan.

Dia mengungkapkan, penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako harus tepat waktu, tidak bisa mengambil kebijakan seenaknya sendiri.

“Program Sembako di Kecamatan Patia bukan hanya tidak tepat waktu, tapi terjadi juga peningkatkan harga komoditas seperti harga jeruk melonjak mencapai Rp 24 Ribu untuk per kilogram meski harga pasaran hanya mencapai Rp 18 Ribu rupiah,” paparnya.

Selain itu juga Doris menegaskan, Penyaluran Program Sembako ini harus mengacu kepada Pedoman Umum.

“Pedoman Umum dapat digunakan sebagai tuntunan, arahan, atau rambu-rambu teknis oleh pelaksana program, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, bank penyalur,
e-warong sebagai agen penyalur bahan pangan, dan pihak terkait lainnya, dan Saya harap Pedoman Umum Program Sembako ini menjadi acuan pelaksanaan program Sembako,” tutupnya (Tim)

Tags:
36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent