Ketua HIMMA Banten : Kami Harap Publik Tak Multitafsir Tabir Dugaan Tindak Pidana Asusila Seret Nama Anggota DPRD Pandeglang

IMG-20221130-WA0229

Pandeglang, – detikPerkara – Menanggapi Viralnya tabir dugaan kasus pelecehan oleh oknum DPRD di Pandeglang, sebaiknya publik tidak terprovokasi dan tidak multitafsir serta menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada penyidik sesuai dengan kewajibannya yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan.

“Semua elemen jangan terprovokasi Viralnya dugaan kasus pelecehan yang dilakukan oleh oknum DPRD Pandeglang, tetap kita harus menghargai proses dikepolisian” Ungkap Ahmad Syafaat selaku Founder Rumah Hukum Milenial kepada Jurnalis pada Selasa, (29/11/2022).

Pria yang akrab dipanggil Syafaat itu juga menjelaskan bahwa harus ada keterbukaan dari aparat penegak hukum dalam membuka tabir mencuatnya kasus tersebut. Sehingga, semuanya menjadi terang benderang tidak ada yang multitafsir.

“Kami percaya kepolisian melaksanakan tugasnya secara profesional sesuai dengan harapan publik yang menunggu prosesnya agar dibuka dengan transparan, hanya saja kita harus ingat bahwa prosesnya belum sampai pada tahap pemeriksaan dan keputusan hakim pengadilan, maka semua orang memiliki kedudukan hukum yang sama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sebagai manusia yang tak luput dari dosa kita harus tetap Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah.

“Dalam proses perkara pidana, asas praduga tidak bersalah diartikan sebagai ketentuan yang menganggap seseorang yang menjalani proses pemidanaan tetap tidak bersalah sehingga harus dihormati hak-haknya sebagai warga negara sampai ada putusan pe- ngadilan negeri yang menyatakan kesalahan- nya,” paparnya.

Ahmad Syafaat yang sekaligus Ketua HIMMA Provinsi Banten menegaskan bahwa yang dialami terlapor merupakan tindakan yang tidak manusiawi, ia menekankan bahwa semua pihak harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya rasa kita harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Apalagi yang bersangkutan belum ada bukti nyata maka sangat disayangkan jika diperlakukan seperti itu,” katanya.

Menurutnya, Asas praduga tak bersalah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) dan Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (“UU Kekuasaan Kehakiman”).

“Ketentuan ini menjadi jaminan bagi seseorang yang sedang dalam proses peradilan pidana dan disebut dengan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence),” tuturnya.

Terlebih lagi ungkap dia, Asas praduga tak bersalah ini wajib diterapkan sebelum ada putusan pengadilan terkait kesalahannya dan berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Sebagai negara hukum, Indonesia menganut asas praduga tak bersalah.

“Asas ini tertuang dalam Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan Penjelasan Umum UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana atau Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” tukasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan dengan anggapan tidak bersalah ini, hak-hak yang bersangkutan harus dihormati. Hak asasi manusia orang tersebut harus tetap dilindungi dengan proses hukum yang adil.

“Hukum acara pidana yang mengandung asas praduga tak bersalah memberi pengaruh terhadap proses pembuktian. Setiap kesalahan harus dibuktikan terlebih dulu para penegak hukum,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ketua HIMMA Banten kembali menegaskan tersangka atau terdakwa tidak dapat dipaksa memberi kesaksian untuk dirinya sendiri atau untuk mengakui kesalahannya.

“Asas praduga tak bersalah juga penting untuk mengerem perilaku penegak hukum untuk tetap memperlakukan yang bersangkutan sebagaimana orang-orang yang tidak bersalah dan Pelanggaran atas asas praduga tak bersalah Adanya asas praduga tak bersalah bertujuan untuk melindungi tersangka atau terdakwa dari tindakan sewenang-wenang aparat penegakan hukum,” tandasnya.

Tags:
36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent