Maraknya Eksimer dan Tramadol di Wilayah Pandeglang “Akan Terus Menghantui Keimanan dan Ketakwaan”

IMG-20221204-WA0206

PANDEGLANG, detikPerkara – Maraknya peredaran Eksimer dan Tramadol diwilayah Pandeglang kini menjadi sorotan Kelompok kerja (Pokja) Ikatan Pandeglang Bersama (IPB).

Dalam staitmennya, E. Sukarna Divisi Investigasi Pokja IPB Kabupaten Pandeglang mengaku miris karena dengan mudahnya orang mendapat obat G (Eksimer dan Tramadol) tanpa ada resep dari dokter padahal seharusnya obat daftar G (Psikotropika) yang kini di konsumsi banyak remaja termasuk anak-anak sekolah atau pelajar, menjadi dasar adanya perbuatan melawan hukum.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius oleh Dinkes, BNNK, Satnarkoba Polres Pandeglang dan semua pihak termasuk para orang tua,” kata E.Sukarna, Sabtu (4/12/22).

Menurutnya, beredarnya obat-obatan tersebut tentu merusak citra Kabupaten Pandeglang yang dikenal dengan Kota Badak dan tentu harus ada penindakan tegas, agar ada efek jera bagi penjual, agar tidak merajalela.

“Jangan seperti sekarang. Terkesan seperti ada pembiaran. Kasus ini sudah lama ada, tapi kenapa masih marak ada. Ini karena kurang ketegasan sanksi dan hukuman bagi para pelaku,” tegasnya.

Lanjut E. Sukarna bahkan saat ini, peredaran Obat G jenis Eksimer dan Tramadol sangat mudah didapat di kios atau warung kecil atau aksesoris, seperti di wilayah Desa Babakan Lor Kecamatan Cikedal, Desa Teluk Kecamatan Labuan, Desa Sidamukti Kecamatan Sukaresmi, Desa Citereup Kecamatan Panimbang, dan di Kecamatan Cikeusik.

“Sangat menghantui pikiran dan juga keimanan jika terus dibiarkan tanpa adanya sikap tegas semua elemen dalam membasmi obat terlarang itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ahmad Khotib Sekertaris Jenderal (Sekjen IPB) menyampaikan bahwa dari informasi yang diperoleh hasil Investigasinyq, setiap hari omset mereka bisa mencapai 3 juta hingga 8 juta setiap harinya.

“Pemilik warung atau kios -kios pengedar obat tersebut harus diberikan sanksi tegas, ditangkap dan dipenjarakan agar muncul siapa aktor intelektualnya, karena menurutnya tindakan mereka telah membahayakan para generasi anak bangsa dan bahkan berpotensi bisa membunuh akibat penyalahgunaan obat terlarang,” ucapnya.

Tags:
36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent