Gencarkan Pemeriksaan Hewan Antisipasi Wabah PMK Dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang

FB_IMG_1655395994145

PANDEGLANG, detikPerkara.com – Antisipasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease adalah penyakit hewan menular yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang melaksanakan kegiatan pengecekan pada hewan ternak

“Kami minta jajarannya lakukan upaya optimal, dengan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan pemantauan lapak hewan qurban harus lebih detail dalam pengawasan maupun pengecekan ternaknya,” kata Budi S Januardi, S.Pt. MM.

Masih dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Budi S Januardi, S.Pt. MM. upaya penanganan dengan adaptasi yang baik dan kolaborasi serius antar lembaga dalam mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Pemantauan terus menerus perlu dilakukan sebagai bentuk Kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, sehingga dapat tertangani juga terkendali,” terangnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang juga mengungkapkan, sebagai langkah lebih lanjut, pihaknya telah menginstruksikan tim medik dan paramedik peternakan agar meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak.

“Peningkatan pengawasan lalu lintas ternak itu, kata dia, bertujuan untuk mencegah penyebaran masuk dan menyebarnya PMK ke seluruh wilayah Pandeglang,” paparnya.

Ia menyampaikan, Penyelenggaraan qurban pada Iedul Adha 1443 H sudah semakin dekat, dan momentum penyelenggaraan qurban tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Dengan adanya wabah PMK Penyelenggaraan qurban pada Iedul Adha 1443 H sedikit berbeda,” ucap H. Budi S Januari, SPt., MM. selaku Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang yang juga merupakan Kepala Dinas Perikanan.

Menanggapi intruksi Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pandeglang, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah pencegahan.

“Kami lakukan isoman pada 28 ekor ternak di 3 lokasi 2 kecamatan Kabupaten Pandeglang, pemberian vitamin, antibiotik dan biosecurity yang ketat, dan hanya petugas kandang serta pemilik yang lalu-lalang di lokasi kandang, tim medik paramedik menggunakan APD lengkap dalam penanganannya,” imbuh Wahyu selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Lanjut Wahyu, Partisipasi aktif dari Kapolsek, Camat dan Korluh di 2 Kecamatan tersebut sangat membantu dalam proses isoman dari hasil pemeriksaan tim medik paramedik tertanggal 14 Juni 2022, mendapatkan hasil cukup menggembirakan.

“Sebagian besar ternak tersebut sudah kembali nafsu makan, lepuh, lesi seperti sariawan tidak ada lagi, air liur normal hanya luka di dekat kuku yg masih ada dan masih dalam pengobatan,” tuturnya.

Ditambahkannya, selain meningkatkan ritme surveilans, fokus pada pemantauan dan pemeriksaan hewan qurban di lapak-lapak, edukasi tentang penyelenggaraan qurban pada masa wabah PMK dan bagaimana penanganan daging yang ASUH selama wabah PMK.

“Membentuk Tim Satgas Pengendalian PMK, memberikan Edukasi mengenai PMK dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa PMK tidak ditularkan ke manusia (bukan penyakit zoonosis), dan daging serta susu aman untuk di konsumsi,” pungkasnya @Kasman

Tags:
36a607ff-5fa2-442e-aee0-d3b70666b3e1
WhatsApp Image 2022-09-19 at 07.53.40
Posted in
Redaksi

Redaksi

Detik Perkara merupakan situs web berita, sebagai media berbagi informasi yang actual, real. dan terpercaya kepada masyarakat.

Releated Post

WhatsApp Image 2022-09-17 at 16.36.38
news background with text live updates

Stay Connected

Post

Recent